Entah apa sebabnya atau ini kehendaknya sang waktu yg ditujukan pada hidupku. Aku seperti mengalami ujian sesungguhnya dalam perpindahan masa remajaku ke masa dewasa. Bagiku mungkin ini adalah masalah terbesar yg pernah aku rasakan selama aku hidup ini. Dan waktu itu untuk pertama kalinya aku meneteskan air mata ku. Yg sebelumnya aku tak pernah satu kali pun aku meneteskan air mataku saat aku menghadapi suatu masalah dalam hidupku.
Mungkin bagi sedikit orang ini bukanlah sebua masalah yg besar atau pun yg pantas untuk dibesar-besarkan dan dibikin rumit. Tapi bagiku ini merupakan suatu masalah besar yg bisa mengguncangkan keyakinan dalam hatiku ini. Sebenarnya masalahnya adalah “Ibuku berpindah agama ke muslim”. Aku sih tak begitu kaget dengan hal ini, karena aku tau dia berasal dari golongan muslim dan saat menikah berpindah agama ke nasrani .Yang tak bisa kuterima adalah mengapa hal ini terjadi saat aku mulai menerima bahwa aku adalah NASRANI dari dalam lubuk hatiku.
Kuakui dulu, ketika aku masih mencari jati diriku, aku sempat lama merasa bimbang terhadap keyakinanku. Berbagai pertanyaan muncul dari lubuk hatiku, mengapa aku beda dari orang lain? Kenapa aku gag sama? Mana yg benar dan salah?. Belum lagi perlakuan dari orang2 sekitarku yg terlihat memperlakukan aku berbeda dari mereka. Sempat aku menutup-nutupi itu selama aku bergaul dengan teman-temanku satu sekolah. Aku bimbang akan keyakinan yang kudapat mulai aku kecil, keyakinan yang diberikan oleh ortuku. Terkadang muncul pikiran dalam hati kecilku untuk berganti dengan yg lain.
Tapi saat aku mulai menerima, memahami dan meyakini hal itu, kenyataan pahit itu terjadi. Masalah itu datang pada hatiku yg sudah mulai meyakini agamaku. Keyakinanku sedikit goyah, aku tak tahu apa yg harus kupercayai skarang ini. Agamaku yang sudah mulai kuyakini dan kupercayai dapat memberi ketenangan hatiku ini. Atau sesuatu hal yg baru yg dahulu pernah aku harapkan. Yang kebanyakan dipercayai orang-orang di negara ini. Apalagi itu datang dari orang yg paling kusayangi dan paling kupercayai di dunia ini.
Aku sudah tak tau lagi mana yg harus kupilih. Semua terasa sulit bagiku. Tapi hatiku masih percaya bahwa keyakinan yg kupercayai saat ini adalah yg paling bisa menenangkan hatiku dalam menjalani kehidupanku sehari-hari. Aku sudah tak peduli lagi dengan kata2 semua orang tentang agama. Mana agama yg benar, mana yg salah. Yg aku ketahui bahwa orang menganut suatu agama itu adalah untuk ketenangan batin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



naPa biMbaNg?
nyaNtei aJje Lagi..
August 27, 2008 10:38 AM
smangat...
jgn bimbang...
justru inilah seninya idop kawan...
September 12, 2008 9:05 PM
lebih dipertebal aja kenyakinannanya. karena itu adalah urusan kita dengan tuhan.
October 28, 2008 2:26 AM